Ketika sebuah tim kehilangan bola di tengah lapangan, biasanya ada pemain yang langsung bergerak menutup jalur serangan lawan. Ia tidak selalu melakukan tekel atau mengejar pemain yang membawa bola. Terkadang, cukup dengan berdiri di posisi yang tepat, ia sudah bisa memaksa lawan mengubah arah serangan.
Pemain tersebut bisa jadi adalah seorang defensive midfielder atau gelandang bertahan. Meski jarang mendapat perhatian sebesar penyerang yang mencetak gol, posisi ini memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga keseimbangan permainan.
Lantas, apa itu defensive midfielder dalam sepak bola, dan mengapa keberadaannya dibutuhkan oleh banyak tim? Untuk memahaminya, kamu perlu mengenal posisi, tugas, serta bagaimana pemain ini mengambil keputusan ketika tim sedang menyerang maupun bertahan.
Table of Contents
Apa Itu Defensive Midfielder dalam Sepak Bola?

Defensive midfielder adalah pemain gelandang yang biasanya menempati area di depan lini pertahanan. Tugas utamanya adalah menjaga ruang, menghambat serangan lawan, membantu bek, serta menghubungkan aliran bola dari lini belakang menuju pemain yang berada lebih depan.
Dalam bahasa Indonesia, defensive midfielder disebut sebagai gelandang bertahan. Posisi ini juga sering disingkat menjadi DM, sedangkan dalam pembahasan taktik sepak bola, pemain yang menjalankan peran tersebut kerap disebut sebagai pemain nomor 6.
Berbeda dengan bek tengah yang umumnya menjadi bagian dari garis pertahanan terakhir sebelum penjaga gawang, gelandang bertahan bekerja di area yang lebih maju. Ia berusaha mengurangi ancaman sebelum lawan berhasil memasuki wilayah berbahaya.
Namun, bukan berarti seorang defensive midfielder hanya bertugas menghentikan serangan. Ketika tim berhasil menguasai bola, ia juga perlu membantu rekan setim membangun permainan dengan operan dan pergerakan yang tepat.
Itulah mengapa pemain di posisi ini membutuhkan kemampuan membaca pertandingan, bukan sekadar kekuatan fisik.
Di Mana Posisi Defensive Midfielder di Lapangan?

Secara umum, defensive midfielder bermain di antara lini belakang dan gelandang yang posisinya lebih maju. Ia sering berada di area tengah lapangan, tepat di depan dua bek tengah.
Dalam formasi 4-3-3, misalnya, sebuah tim dapat menempatkan satu gelandang bertahan di belakang dua gelandang lainnya. Susunan ini memungkinkan DM menjaga area tengah sekaligus menjadi pilihan operan bagi pemain belakang.
Sementara itu, dalam formasi 4-2-3-1, terdapat dua gelandang yang bermain lebih dalam. Keduanya bisa berbagi tanggung jawab bertahan dan membangun serangan, meskipun tugas masing-masing tidak harus sama.
Posisi defensive midfielder juga tidak selalu tetap sepanjang pertandingan. Ketika tim menguasai bola, ia dapat bergerak mendekati bek untuk menerima operan. Saat lawan menyerang, ia mungkin mundur untuk mempersempit ruang di depan kotak penalti.
Pergerakan tersebut bergantung pada situasi pertandingan dan instruksi pelatih. Karena itu, memahami posisi DM tidak cukup hanya dengan melihat tempatnya berdiri saat pertandingan dimulai.
Tugas Defensive Midfielder Saat Tim Bertahan

Salah satu tanggung jawab utama gelandang bertahan adalah membantu tim mengurangi peluang lawan menyerang melalui area tengah. Tugas ini dilakukan melalui beberapa tindakan yang tidak selalu terlihat mencolok.
Menutup Ruang di Depan Bek
Bayangkan lawan sedang membawa bola dari tengah lapangan. Seorang penyerang bergerak mencari ruang di antara lini tengah dan pertahanan, berharap menerima operan yang dapat membawanya lebih dekat ke gawang.
Dalam situasi seperti itu, defensive midfielder perlu memperhatikan posisi bola sekaligus pergerakan penyerang.
Ia bisa bergerak beberapa langkah untuk menutup jalur operan. Akibatnya, pemain lawan harus mencari pilihan lain, seperti mengoper ke samping atau mengembalikan bola ke belakang.
Tindakan tersebut mungkin tidak tercatat sebagai tekel, tetapi dapat mencegah serangan berkembang menjadi peluang berbahaya.
Gelandang bertahan yang memiliki pemahaman posisi yang baik sering mampu menghambat lawan tanpa harus melakukan banyak kontak fisik.
Memotong Umpan dan Merebut Penguasaan Bola
Defensive midfielder juga berusaha memenangkan kembali bola ketika lawan membangun serangan.
Salah satu caranya adalah melakukan interception, yaitu memotong operan sebelum bola mencapai pemain yang dituju.
Untuk melakukannya, seorang DM harus memperkirakan arah operan dan memahami kebiasaan pergerakan lawan. Jika bergerak terlalu cepat, ia berisiko meninggalkan ruang kosong. Namun, jika terlambat, bola sudah terlanjur melewati posisinya.
Selain memotong operan, gelandang bertahan dapat melakukan tekel atau memberikan tekanan kepada pembawa bola ketika situasinya memungkinkan.
Meski demikian, melakukan tekel sebanyak mungkin bukan ukuran tunggal kualitas seorang defensive midfielder. Keputusan kapan harus merebut bola dan kapan cukup menjaga posisi sama-sama penting.
Melindungi Area yang Ditinggalkan Rekan Setim
Dalam pertandingan, pemain tidak selalu berada di posisi awalnya. Bek sayap dapat maju membantu serangan, sementara gelandang lain bergerak mencari ruang di depan.
Pergerakan tersebut terkadang meninggalkan area yang perlu dijaga.
Di sinilah defensive midfielder dapat membantu dengan menyesuaikan posisinya. Ia mungkin bergerak sedikit ke samping untuk menutup ruang atau mundur mendekati bek tengah ketika lawan mulai menyerang.
Tugas ini membutuhkan komunikasi dan pemahaman terhadap pergerakan rekan setim.
Jika gelandang bertahan hanya mengikuti bola tanpa memperhatikan ruang di sekitarnya, lawan justru bisa memanfaatkan area yang ditinggalkan.
Baca Juga: Apa Itu Head to Head dalam Sepak Bola? Arti dan Cara Membacanya
Peran Defensive Midfielder Ketika Tim Menguasai Bola
Ada anggapan bahwa gelandang bertahan baru bekerja ketika lawan sedang menyerang. Padahal, kontribusinya juga dibutuhkan saat tim memiliki penguasaan bola.
Misalnya, seorang bek tengah menerima bola dari penjaga gawang. Dua pemain lawan mulai mendekat untuk memberikan tekanan, sementara pilihan operan ke depan terlihat terbatas.
Defensive midfielder dapat bergerak ke ruang kosong agar bek memiliki jalur operan tambahan. Setelah menerima bola, ia perlu memutuskan apakah akan mengoper kembali, meneruskan bola ke gelandang lain, atau mengalihkan permainan ke sisi lapangan.
Keputusan tersebut sering harus dibuat dalam waktu singkat.
Jika pemain mampu menerima dan mengalirkan bola dengan baik, tim memiliki kesempatan lebih besar untuk mempertahankan penguasaan sekaligus melanjutkan serangan.
Selain menjadi penghubung antarlini, DM juga membantu menjaga keseimbangan ketika rekan-rekannya maju. Ia tidak harus selalu ikut mendekati kotak penalti lawan karena keberadaannya di belakang dapat membantu tim menghadapi kemungkinan kehilangan bola.
Dengan kata lain, gelandang bertahan turut berperan dalam menyerang, meskipun kontribusinya tidak selalu berupa umpan terakhir atau tembakan ke gawang.
Perbedaan Defensive Midfielder dan Central Midfielder
Defensive midfielder dan central midfielder sama-sama bermain di lini tengah. Karena letaknya berdekatan, kedua posisi ini terkadang dianggap memiliki tugas yang sama.
Padahal, terdapat perbedaan dalam prioritas dan area tanggung jawabnya.
| Aspek | Defensive Midfielder (DM) | Central Midfielder (CM) |
| Posisi umum | Lebih dekat dengan lini pertahanan | Biasanya berada di area tengah yang lebih maju |
| Fokus utama | Menjaga ruang dan keseimbangan tim | Menghubungkan permainan antarlini |
| Tugas bertahan | Menutup jalur operan dan melindungi bek | Membantu tekanan serta perebutan bola |
| Saat menyerang | Menjadi pilihan operan dan menjaga struktur tim | Mendukung perkembangan serangan |
| Pergerakan | Cenderung menjaga area yang lebih dalam | Dapat lebih sering bergerak ke depan |
Perbedaan tersebut bukan aturan yang mutlak. Ada central midfielder yang memiliki tanggung jawab bertahan cukup besar, sementara beberapa defensive midfielder justru sangat aktif mengatur distribusi bola.
Dalam praktiknya, peran pemain bergantung pada kemampuan individu dan sistem yang digunakan tim.
Karena itu, posisi seorang gelandang sebaiknya dinilai dari tanggung jawab yang dijalankannya selama pertandingan, bukan hanya dari nama posisi yang tercantum dalam susunan pemain.
FAQ Seputar Defensive Midfielder
1. Apa arti DM dalam sepak bola?
DM merupakan singkatan dari defensive midfielder, yaitu pemain gelandang yang umumnya bertugas menjaga area di depan lini pertahanan, menghambat serangan lawan, dan membantu mengalirkan bola.
2. Apakah defensive midfielder sama dengan gelandang bertahan?
Ya. Defensive midfielder adalah istilah bahasa Inggris untuk gelandang bertahan. Keduanya merujuk pada posisi yang memiliki tanggung jawab utama menjaga keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan.
3. Apa perbedaan defensive midfielder dan central midfielder?
Defensive midfielder biasanya bermain lebih dalam dengan prioritas melindungi lini belakang. Central midfielder cenderung memiliki tanggung jawab yang lebih luas dalam menghubungkan permainan. Namun, tugas keduanya dapat saling tumpang tindih sesuai taktik tim.
4. Apakah defensive midfielder boleh ikut menyerang?
Boleh. Defensive midfielder dapat membantu serangan melalui operan, pergerakan, dan sesekali maju ke area lawan. Namun, pemain tersebut tetap perlu memperhatikan keseimbangan tim agar ruang di depan pertahanan tidak mudah dimanfaatkan lawan.
Pentingnya Defensive Midfielder dalam Sepak Bola
Defensive midfielder adalah gelandang bertahan yang biasanya bermain di depan lini pertahanan. Perannya mencakup menjaga ruang, menghambat serangan lawan, membantu bek, serta menghubungkan permainan dari belakang menuju lini tengah.
Posisi ini membutuhkan kemampuan membaca permainan, menjaga keseimbangan, dan mengambil keputusan secara tepat. Seorang DM tidak harus selalu melakukan tekel atau mencetak gol untuk memberikan kontribusi penting bagi tim.
Dengan memahami tugas defensive midfielder, kamu bisa melihat pertandingan sepak bola dari sudut pandang yang lebih luas. Tidak hanya memperhatikan siapa yang membawa bola, tetapi juga siapa yang bergerak untuk menjaga ruang dan membuat permainan tim tetap terorganisasi seperti penjelasan dari okvips.co.