Pertandingan sepak bola berakhir dengan skor 2–1. Tim tuan rumah menang, tiga gol tercipta, dan pertandingan berjalan cukup sengit. Namun, jika kamu melihat statistik atau istilah pasar pertandingan, ada satu hal lain yang bisa diperhatikan: apakah total gol tersebut termasuk ganjil atau genap?
Pertanyaan sederhana ini menjadi dasar dari odd even goals. Istilah tersebut mengacu pada pengelompokan jumlah gol dalam pertandingan berdasarkan bilangan ganjil dan genap. Cara memahaminya cukup mudah, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika skor kedua tim harus dijumlahkan atau periode pertandingan yang dihitung berbeda.
Table of Contents
Apa Arti Odd Even Goals?

Odd even goals adalah istilah untuk mengelompokkan total gol yang tercipta dalam pertandingan sepak bola menjadi dua kategori, yaitu odd (ganjil) dan even (genap).
Dalam konteks ini, yang diperhatikan bukan siapa pemenang pertandingan atau berapa selisih golnya. Fokusnya adalah jumlah keseluruhan gol yang dicetak kedua tim.
Bilangan ganjil merupakan angka yang tidak habis dibagi dua, seperti 1, 3, 5, dan 7. Sementara itu, bilangan genap dapat dibagi dua tanpa sisa, seperti 0, 2, 4, dan 6.
Contohnya, pertandingan dengan skor 2–1 menghasilkan tiga gol secara keseluruhan. Karena tiga merupakan bilangan ganjil, hasil tersebut masuk kategori odd. Sebaliknya, skor 2–2 menghasilkan empat gol sehingga masuk kategori even.
Konsep ini juga menjelaskan mengapa pertandingan tanpa gol tetap memiliki kategori. Skor 0–0 menghasilkan total nol gol, dan nol termasuk bilangan genap.
Bagaimana Cara Menghitung Odd Even Goals?

Kamu tidak perlu menghitung selisih gol atau melihat posisi kedua tim di klasemen. Cukup jumlahkan gol dari masing-masing tim, lalu tentukan apakah hasilnya ganjil atau genap.
Rumus sederhananya:
Total gol = gol tim pertama + gol tim kedua
Misalnya, sebuah pertandingan berakhir dengan skor 3–2. Total golnya adalah tiga ditambah dua, yaitu lima. Karena lima merupakan bilangan ganjil, total tersebut masuk kategori odd.
Sebaliknya, jika pertandingan berakhir 3–1, total golnya menjadi empat. Angka empat termasuk bilangan genap, sehingga hasilnya masuk kategori even.
Supaya lebih mudah, perhatikan contoh berikut:
- Skor 1–0: total satu gol, termasuk odd.
- Skor 1–1: total dua gol, termasuk even.
- Skor 2–1: total tiga gol, termasuk odd.
- Skor 2–2: total empat gol, termasuk even.
- Skor 3–3: total enam gol, termasuk even.
Dari contoh tersebut, terlihat bahwa tim yang menang belum tentu menghasilkan total gol ganjil. Begitu pula pertandingan yang berakhir imbang tidak selalu menghasilkan total genap, meskipun skor imbang seperti 1–1 atau 2–2 memang menghasilkan jumlah gol genap.
Contoh Skor Odd dan Even dalam Sepak Bola
Tabel berikut bisa kamu gunakan sebagai panduan untuk mengidentifikasi kategori total gol dari berbagai hasil pertandingan.
| Skor Akhir | Perhitungan | Total Gol | Kategori |
| 0–0 | 0 + 0 | 0 | Even |
| 1–0 | 1 + 0 | 1 | Odd |
| 1–1 | 1 + 1 | 2 | Even |
| 2–1 | 2 + 1 | 3 | Odd |
| 2–2 | 2 + 2 | 4 | Even |
| 3–2 | 3 + 2 | 5 | Odd |
| 3–3 | 3 + 3 | 6 | Even |
| 4–3 | 4 + 3 | 7 | Odd |
Ada satu contoh yang sering menimbulkan pertanyaan, yaitu skor 0–0. Karena tidak ada gol yang tercipta, sebagian pembaca mungkin menganggap hasilnya tidak masuk kategori apa pun. Padahal, dalam aturan umum bilangan dan pasar odd/even goals, nol dikategorikan sebagai genap.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa tabel tersebut menggunakan total gol kedua tim. Jika suatu pasar secara khusus menyebut team odd/even, perhitungannya berbeda karena hanya gol dari tim yang ditentukan yang diperhitungkan.
Baca Juga: Apa Itu Over Under? Panduan Membaca Pasar Total
Apa Perbedaan Odd Even Goals dan Over/Under?
Odd even goals dan Over/Under sama-sama berkaitan dengan jumlah gol, tetapi keduanya menggunakan cara pengelompokan yang berbeda.
Pada odd even goals, hasil ditentukan berdasarkan apakah total gol merupakan bilangan ganjil atau genap. Tidak diperlukan batas gol seperti 1,5 atau 2,5 untuk menentukan kategorinya.
Sementara itu, pasar total gol Over/Under membandingkan jumlah gol dengan angka batas tertentu. Misalnya, pada garis 2,5 gol, total tiga gol berada di atas batas tersebut, sedangkan total dua gol berada di bawahnya.
Perhatikan pertandingan dengan skor 2–1. Total golnya tiga, sehingga kategorinya odd. Jika dibandingkan dengan garis 2,5, jumlah tersebut juga berada di atas batas. Meski sama-sama menggunakan total gol, kedua konsep tersebut menjawab pertanyaan yang berbeda.
Perbedaan lainnya terlihat pada skor 1–1. Total dua gol termasuk even, tetapi berada di bawah garis 2,5. Jadi, kategori ganjil-genap tidak bisa digunakan sebagai pengganti pemahaman tentang Over/Under.
Untuk pembahasan yang lebih khusus tentang jumlah gol dari satu tim, konsep Team Total Goals juga berbeda karena hanya menghitung gol tim yang menjadi fokus, bukan selalu total gabungan kedua tim.
Apakah Odd Even Goals Selalu Menghitung Gol Selama 90 Menit?
Tidak selalu. Periode yang digunakan bergantung pada jenis pasar dan ketentuan penyedia data atau layanan yang digunakan.
Pada pasar full-time odd/even yang umum, penghitungan biasanya mengikuti skor pada akhir waktu normal, termasuk waktu tambahan yang diberikan wasit pada babak pertama dan kedua. Waktu tambahan ini berbeda dari extra time dalam pertandingan sistem gugur.
Jika pertandingan berlanjut ke extra time, gol pada periode tersebut tidak otomatis ikut dihitung. Beberapa pasar menetapkan hasil berdasarkan waktu normal saja, sementara ketentuan lain dapat berlaku apabila periode tambahan secara eksplisit dicantumkan.
Selain itu, ada pula pasar first-half odd/even yang hanya memperhitungkan jumlah gol sampai akhir babak pertama. Contohnya, jika babak pertama berakhir 1–0, total gol pada periode tersebut adalah satu dan termasuk odd. Jika babak pertama berakhir 1–1, totalnya dua dan termasuk even.
Karena itu, jangan hanya melihat istilah odd/even. Perhatikan juga apakah pasar merujuk pada babak pertama, babak kedua, atau waktu penuh. Ketentuan penyelesaian hasil dapat berbeda antarpenyedia.
FAQ tentang Odd Even Goals
Apa arti odd even goals dalam sepak bola?
Odd even goals adalah pengelompokan total gol pertandingan berdasarkan bilangan ganjil (odd) atau genap (even). Penghitungan total gol pertandingan umumnya mencakup gol dari kedua tim dalam periode yang ditentukan.
Apakah skor 0–0 termasuk odd atau even?
Skor 0–0 termasuk even karena total golnya nol, dan nol merupakan bilangan genap.
Apakah skor 2–1 termasuk odd atau even?
Skor 2–1 termasuk odd karena total gol kedua tim adalah tiga, yaitu dua gol ditambah satu gol.
Apa perbedaan odd even goals dan Over/Under?
Odd even goals mengelompokkan total gol menjadi ganjil atau genap. Over/Under membandingkan total gol dengan garis tertentu, misalnya 2,5 gol.
Apakah odd even goals selalu menghitung seluruh pertandingan?
Tidak selalu. Ada pasar yang menghitung total gol pada waktu penuh dan ada yang hanya menghitung babak tertentu. Periksa ketentuan periode yang berlaku untuk mengetahui gol mana yang masuk perhitungan.
Odd Even Goals dalam Sepak Bola
Odd even goals adalah istilah yang digunakan untuk mengelompokkan jumlah gol dalam pertandingan sepak bola menjadi ganjil atau genap. Cara menentukannya sederhana: jumlahkan gol kedua tim, lalu periksa hasilnya. Total tiga gol termasuk odd, sedangkan empat gol termasuk even. Bahkan skor 0–0 masuk kategori genap karena nol merupakan bilangan genap.
Hal yang tidak kalah penting adalah membedakan odd/even dari Over/Under serta memperhatikan periode pertandingan yang dihitung. Dengan memahami dasar tersebut, kamu bisa membaca istilah dan statistik terkait total gol secara lebih akurat seperti penjelasan dari okvips.co.