Sepak Bola

Apa Itu PPDA dalam Analisis Sepak Bola?

Apa Itu PPDA dalam Analisis Sepak

Ketika melihat statistik pertandingan sepak bola, kamu mungkin lebih sering memperhatikan penguasaan bola, jumlah tembakan, atau akurasi operan. Angka-angka tersebut cukup mudah dipahami karena berkaitan langsung dengan jalannya pertandingan. Namun, ada statistik lain yang menarik untuk diperhatikan ketika ingin mengetahui seberapa agresif sebuah tim menekan lawannya, yaitu PPDA.

Berbeda dari kebanyakan statistik, angka PPDA yang lebih besar justru tidak selalu menunjukkan performa yang lebih baik. Tim dengan PPDA 6, misalnya, biasanya dianggap memberikan tekanan lebih intens dibandingkan tim yang mencatat PPDA 15.

Lantas, apa itu PPDA dalam analisis sepak bola? Untuk memahami angka tersebut, kamu perlu mengetahui cara perhitungannya, tindakan defensif yang digunakan, serta alasan PPDA tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan pressing.

Apa Itu PPDA dalam Sepak Bola?

Expected Assists

PPDA merupakan singkatan dari Passes Per Defensive Action, yang juga dikenal sebagai Passes Allowed Per Defensive Action. Statistik ini digunakan untuk mengukur intensitas pressing sebuah tim berdasarkan perbandingan antara jumlah operan lawan dan tindakan defensif yang dilakukan dalam area lapangan tertentu.

Secara sederhana, PPDA menunjukkan berapa banyak operan yang dilakukan lawan untuk setiap satu tindakan defensif yang tercatat dari tim yang sedang dianalisis.

Misalnya, sebuah tim memiliki PPDA 8. Angka tersebut menunjukkan bahwa dalam zona pengukuran, terdapat rata-rata delapan operan lawan untuk setiap satu tindakan defensif yang dilakukan tim tersebut.

Namun, bukan berarti setiap delapan operan selalu diikuti satu tackle atau perebutan bola. PPDA merupakan rasio yang dihitung dari keseluruhan kejadian dalam data pertandingan, bukan urutan pasti dari setiap serangan.

Statistik ini terutama berguna untuk melihat kecenderungan sebuah tim dalam memberikan tekanan ketika lawan sedang menguasai bola.

Bagaimana Cara Menghitung PPDA?

Clean Sheet dalam Sepak Bola

Perhitungan PPDA sebenarnya tidak terlalu rumit. Tantangan utamanya justru terletak pada pemilihan data yang digunakan, karena tidak semua operan dan tindakan defensif di seluruh lapangan dimasukkan ke dalam perhitungan.

Rumus Dasar PPDA

Rumus PPDA adalah:

PPDA = Jumlah Operan Lawan ÷ Jumlah Tindakan Defensif Tim

Kedua komponen tersebut dihitung dalam zona lapangan yang ditentukan oleh metode pengukuran.

Sebagai gambaran, jika lawan melakukan 100 operan dalam zona tersebut dan tim yang dianalisis mencatat 10 tindakan defensif, hasil PPDA adalah 10.

Angka tersebut menunjukkan rasio sepuluh operan lawan untuk setiap satu tindakan defensif.

Tindakan Defensif Apa Saja yang Dihitung?

Tindakan defensif merupakan aktivitas pemain ketika berusaha mengganggu, menghentikan, atau merebut penguasaan bola dari lawan.

Dalam pengukuran PPDA, tindakan yang diperhitungkan dapat mencakup tackle, interception, duel defensif tertentu, dan pelanggaran atau foul.

Sebagai contoh, ketika seorang gelandang memotong operan lawan, kejadian tersebut dapat tercatat sebagai interception. Sementara itu, pemain yang melakukan tackle terhadap lawan juga dapat menghasilkan tindakan defensif dalam data pertandingan.

Perlu dipahami bahwa penyedia statistik dapat menggunakan definisi tindakan defensif yang sedikit berbeda. Karena itu, membandingkan PPDA dari dua sumber berbeda tanpa mengetahui metodologinya bisa menghasilkan kesimpulan yang kurang tepat.

Mengapa PPDA Tidak Menggunakan Seluruh Lapangan?

PPDA dirancang terutama untuk menggambarkan intensitas tekanan pada area yang relevan dengan pressing tinggi.

Salah satu metode yang digunakan Wyscout menghitung operan lawan dan tindakan defensif pada 60 persen area lapangan yang lebih dekat dengan gawang lawan dari sudut pandang tim yang melakukan pressing.

Pemilihan area tersebut membantu membedakan tekanan yang dilakukan lebih awal terhadap pembangunan serangan lawan dari aktivitas bertahan yang terjadi jauh lebih dekat dengan gawang sendiri.

Jika seluruh lapangan dihitung tanpa pembatasan, tindakan defensif di sekitar kotak penalti sendiri dapat memengaruhi angka, meskipun tim sebenarnya tidak aktif melakukan pressing tinggi.

Contoh Perhitungan PPDA dalam Pertandingan Sepak Bola

Moneyline Sepak Bola

Bayangkan Tim A dan Tim B baru saja menyelesaikan sebuah pertandingan. Keduanya mempunyai pendekatan berbeda ketika lawan sedang menguasai bola.

Tim A cukup sering mendekati pemain lawan dan mencoba memutus aliran operan. Sebaliknya, Tim B lebih banyak menjaga posisi dan membiarkan lawan mengalirkan bola sebelum melakukan tindakan defensif.

Data ilustrasinya sebagai berikut:

KomponenTim ATim B
Operan lawan dalam zona PPDA120150
Tindakan defensif2010
Nilai PPDA6,015,0

Untuk Tim A, perhitungannya adalah:

PPDA Tim A = 120 ÷ 20 = 6,0

Sementara itu, Tim B memiliki perhitungan:

PPDA Tim B = 150 ÷ 10 = 15,0

Dari hasil tersebut, Tim A mempunyai PPDA lebih rendah. Artinya, dibandingkan jumlah operan lawan dalam zona pengukuran, Tim A lebih sering mencatat tindakan defensif.

Tim B justru membiarkan lebih banyak operan lawan terjadi untuk setiap tindakan defensif yang tercatat.

Dalam ilustrasi ini, Tim A menunjukkan indikasi intensitas pressing lebih tinggi daripada Tim B. Meski begitu, hasil perhitungan belum cukup untuk menentukan tim mana yang bertahan lebih efektif.

Baca Juga: Apa Itu Odd Even Goals dalam Sepak Bola?

Apa Arti PPDA Rendah dan PPDA Tinggi?

Salah satu kesalahan ketika membaca PPDA adalah menganggap angka besar selalu lebih unggul. Padahal, interpretasinya berbeda dari statistik seperti jumlah tembakan atau operan sukses.

PPDA Rendah Menunjukkan Pressing Lebih Intens

Semakin rendah nilai PPDA, semakin sedikit operan lawan yang tercatat untuk setiap tindakan defensif dalam zona pengukuran.

Hal ini biasanya menunjukkan bahwa sebuah tim lebih sering melakukan tindakan defensif relatif terhadap kesempatan lawan mengoper bola.

Misalnya, tim dengan PPDA 5 dapat dianggap mempunyai intensitas tekanan lebih tinggi dibandingkan tim dengan PPDA 12, selama keduanya dihitung menggunakan metode yang sama.

Namun, PPDA rendah bukan bukti bahwa seluruh tekanan berhasil. Tim bisa saja sering melakukan tackle atau challenge, tetapi tetap gagal mendapatkan penguasaan bola.

PPDA Tinggi Tidak Selalu Menunjukkan Pertahanan Buruk

Bagaimana jika sebuah tim memiliki PPDA tinggi? Apakah itu berarti pemainnya malas menekan lawan?

Belum tentu.

Ada tim yang memang memilih tidak langsung mengejar pemain lawan ketika kehilangan bola. Mereka lebih mengutamakan menjaga jarak antarpemain, menutup jalur operan berbahaya, dan menunggu kesempatan untuk melakukan intervensi.

Pendekatan seperti ini dapat menghasilkan PPDA lebih tinggi karena lawan diperbolehkan melakukan sejumlah operan sebelum mendapat tindakan defensif.

Selama strategi tersebut mampu membatasi peluang berbahaya, PPDA tinggi tidak otomatis menjadi masalah.

Karena itu, angka PPDA sebaiknya dipahami sebagai petunjuk mengenai intensitas tekanan, bukan nilai akhir kualitas pertahanan.

FAQ Seputar PPDA dalam Sepak Bola

Apa kepanjangan PPDA dalam sepak bola?

PPDA merupakan singkatan dari Passes Per Defensive Action atau Passes Allowed Per Defensive Action. Statistik ini menunjukkan rasio jumlah operan lawan terhadap tindakan defensif sebuah tim pada area lapangan tertentu.

Apakah PPDA rendah selalu lebih bagus?

Tidak selalu. PPDA rendah umumnya menunjukkan intensitas pressing lebih tinggi, tetapi belum tentu berarti tekanan tersebut berhasil merebut bola atau menghentikan serangan. Efektivitasnya perlu dinilai menggunakan statistik tambahan.

Apakah PPDA sama dengan penguasaan bola?

Tidak. Penguasaan bola menunjukkan proporsi penguasaan selama pertandingan berdasarkan metode pengukuran yang digunakan, sedangkan PPDA membandingkan operan lawan dengan tindakan defensif dalam zona tertentu. Keduanya mengukur aspek permainan yang berbeda.

Apakah PPDA bisa digunakan untuk membandingkan dua tim?

Bisa. Namun, sebaiknya gunakan data dari penyedia statistik yang sama dan pertimbangkan konteks pertandingan. Perbandingan beberapa laga biasanya memberikan gambaran yang lebih stabil daripada mengandalkan satu pertandingan saja.

Memahami Apa Itu PPDA dalam Analisis Sepak

PPDA dalam sepak bola merupakan statistik yang membandingkan jumlah operan lawan dengan tindakan defensif sebuah tim dalam zona tertentu. Angka ini digunakan untuk membantu menggambarkan intensitas pressing ketika lawan sedang menguasai bola.

Nilai PPDA rendah umumnya menunjukkan tekanan yang lebih intens, sedangkan PPDA tinggi menunjukkan frekuensi tindakan defensif yang lebih rendah relatif terhadap operan lawan.

Meski berguna, PPDA tidak dapat menjelaskan seluruh kualitas pertahanan. Memahami rumus dan konteks pertandingan akan membantu kamu membaca statistik ini tanpa terburu-buru menyimpulkan tim mana yang bermain lebih baik seperti penjelasan dari okvips.co.