Memahami odds adalah salah satu dasar yang perlu kamu kuasai ketika mulai mengenal sportsbook dan taruhan olahraga. Banyak orang mengira menghitung odds pasti rumit karena ada berbagai angka seperti 1.50, 2.00, 2.50, 3.00, hingga format pecahan dan angka positif atau negatif. Padahal, untuk format tertentu, perhitungannya cukup sederhana selama kamu mengetahui rumus yang digunakan.
Hal yang juga penting adalah membedakan antara odds, stake, return, dan profit. Keempat istilah tersebut saling berhubungan, tetapi mempunyai fungsi yang berbeda.
Artikel ini akan fokus pada cara menghitung odds, termasuk perhitungan decimal, fractional, American odds, kombinasi odds, serta implied probability. Pembahasan dibuat sebagai panduan matematika sederhana, bukan sebagai jaminan terhadap hasil pertandingan.
Table of Contents
Apa yang Perlu Dipahami Sebelum Menghitung Odds?

Sebelum masuk ke rumus, ada beberapa istilah yang perlu kamu kenali. Memahami istilah ini akan membuat proses perhitungan jauh lebih mudah.
Odds
Odds adalah angka yang digunakan dalam sportsbook untuk merepresentasikan nilai sebuah pilihan dan menjadi salah satu dasar dalam perhitungan return.
Format odds dapat berbeda. Ada decimal odds, fractional odds, dan American odds. Karena masing-masing menggunakan sistem berbeda, rumus yang digunakan juga tidak selalu sama.
Kalau kamu masih benar-benar baru dengan istilah ini, kamu bisa membaca panduan apa itu odds untuk pemula terlebih dahulu.
Stake
Stake adalah nominal yang digunakan dalam sebuah pilihan.
Contohnya, kamu menggunakan Rp50.000 atau Rp100.000 sebagai stake. Nominal inilah yang nantinya dimasukkan ke dalam rumus perhitungan.
Return
Return adalah total hasil pengembalian yang dihitung berdasarkan stake dan odds sesuai format yang digunakan.
Misalnya stake Rp100.000 digunakan pada decimal odds 2.00. Secara matematis, total return adalah Rp200.000.
Profit
Profit berbeda dari return.
Jika total return Rp200.000 dan stake awal Rp100.000, maka selisihnya adalah Rp100.000.
Dengan kata lain:
Profit = Total Return โ Stake
Perbedaan ini penting karena cukup banyak pemula yang menganggap total return sebagai keuntungan bersih.
Rumus Dasar Menghitung Odds

Untuk decimal odds, rumus dasar yang paling mudah digunakan adalah:
Total Return = Stake ร Decimal Odds
Sedangkan untuk mengetahui profit:
Profit = Total Return โ Stake
Atau bisa juga ditulis:
Profit = (Stake ร Decimal Odds) โ Stake
Misalnya kamu mempunyai stake Rp100.000 dan decimal odds 2.00.
Maka:
Rp100.000 ร 2.00 = Rp200.000
Total return = Rp200.000
Kemudian:
Rp200.000 โ Rp100.000 = Rp100.000
Profit secara matematis = Rp100.000
Perhitungan tersebut hanya menunjukkan hubungan antara stake dan odds. Hasil aktual tetap bergantung pada hasil dan ketentuan settlement dari market yang digunakan.
Jika kamu ingin memahami cara mengenali angka odds sebelum masuk ke perhitungan, pembahasan tersebut bisa kamu lanjutkan melalui artikel cara membaca odds sportsbook dengan mudah dan benar.
Cara Menghitung Decimal Odds

Decimal odds merupakan format yang cukup sederhana karena menggunakan angka desimal seperti 1.50, 1.80, 2.00, 2.50, dan 3.00.
Untuk menghitung total return, kamu cukup mengalikan stake dengan angka odds.
Menghitung Odds 1.50
Misalnya:
Stake: Rp100.000
Odds: 1.50
Maka:
Rp100.000 ร 1.50 = Rp150.000
Total return = Rp150.000
Profit:
Rp150.000 โ Rp100.000 = Rp50.000
Jadi, berdasarkan perhitungan matematis tersebut, selisih antara return dan stake adalah Rp50.000.
Menghitung Odds 2.00
Sekarang gunakan odds 2.00 dengan stake yang sama.
Rp100.000 ร 2.00 = Rp200.000
Total return = Rp200.000
Profit:
Rp200.000 โ Rp100.000 = Rp100.000
Angka 2.00 sering digunakan sebagai contoh karena perhitungannya sangat mudah. Namun, jangan menganggap odds 2.00 sebagai jaminan bahwa sebuah pilihan akan berhasil.
Menghitung Odds 2.50
Dengan stake Rp100.000 dan odds 2.50:
Rp100.000 ร 2.50 = Rp250.000
Total return = Rp250.000
Profit:
Rp250.000 โ Rp100.000 = Rp150.000
Menghitung Odds 3.00
Jika odds yang digunakan adalah 3.00:
Rp100.000 ร 3.00 = Rp300.000
Total return = Rp300.000
Profit:
Rp300.000 โ Rp100.000 = Rp200.000
Berikut rangkuman sederhananya:
| Stake | Odds | Total Return | Profit |
| Rp100.000 | 1.50 | Rp150.000 | Rp50.000 |
| Rp100.000 | 1.80 | Rp180.000 | Rp80.000 |
| Rp100.000 | 2.00 | Rp200.000 | Rp100.000 |
| Rp100.000 | 2.50 | Rp250.000 | Rp150.000 |
| Rp100.000 | 3.00 | Rp300.000 | Rp200.000 |
Tabel tersebut merupakan contoh perhitungan menggunakan decimal odds. Angka yang lebih tinggi menghasilkan return matematis lebih besar dengan stake yang sama, tetapi bukan berarti hasilnya lebih pasti.
Cara Menghitung Profit dari Odds
Menghitung profit sebenarnya cukup mudah selama kamu tidak tertukar antara return dan profit.
Rumusnya:
Profit = (Stake ร Odds) โ Stake
Misalnya:
Stake: Rp200.000
Odds: 1.80
Langkah pertama:
Rp200.000 ร 1.80 = Rp360.000
Jadi total return adalah Rp360.000.
Selanjutnya kurangi dengan stake:
Rp360.000 โ Rp200.000 = Rp160.000
Maka profit secara matematis adalah Rp160.000.
Contoh lainnya:
Stake: Rp150.000
Odds: 2.20
Total return:
Rp150.000 ร 2.20 = Rp330.000
Profit:
Rp330.000 โ Rp150.000 = Rp180.000
Cara paling aman untuk menghindari kesalahan adalah menghitung total return terlebih dahulu, kemudian baru mengurangi stake.
Cara Menghitung Odds Fractional
Fractional odds menggunakan bentuk pecahan seperti 1/1, 3/2, 5/2, dan 7/4.
Berbeda dengan decimal odds, fractional odds biasanya menunjukkan profit relatif terhadap stake.
Rumus sederhananya:
Profit = Stake ร (Numerator รท Denominator)
Misalnya fractional odds adalah 3/2 dan stake sebesar Rp100.000.
Maka:
Rp100.000 ร (3 รท 2) = Rp150.000
Profit secara matematis = Rp150.000
Karena stake awal adalah Rp100.000, total return menjadi:
Rp100.000 + Rp150.000 = Rp250.000
Contoh lain adalah fractional odds 1/1.
Dengan stake Rp100.000:
Rp100.000 ร (1 รท 1) = Rp100.000
Profit = Rp100.000.
Total return:
Rp100.000 + Rp100.000 = Rp200.000
Jadi, perbedaan utama dengan decimal odds terletak pada cara angka tersebut merepresentasikan return dan profit.
Cara Menghitung American Odds
American odds menggunakan angka positif dan negatif, misalnya +150, +200, -110, atau -150.
Karena formatnya berbeda, rumusnya juga berbeda.
American Odds Positif
Untuk odds positif, rumus sederhana untuk menghitung profit adalah:
Profit = Stake ร (Odds รท 100)
Misalnya American odds +200 dengan stake US$100.
Maka:
US$100 ร (200 รท 100) = US$200
Profit secara matematis = US$200
Total return:
US$100 + US$200 = US$300
American Odds Negatif
Untuk odds negatif, rumus sederhananya:
Profit = Stake ร (100 รท Nilai Absolut Odds)
Misalnya American odds -150 dan stake US$150.
Maka:
US$150 ร (100 รท 150) = US$100
Profit secara matematis = US$100
Total return:
US$150 + US$100 = US$250
American odds memang terlihat lebih membingungkan pada awalnya. Karena itu, jangan menggunakan rumus decimal odds untuk format ini.
Cara Menghitung Kombinasi Beberapa Odds
Jika terdapat beberapa decimal odds yang ingin dihitung secara kombinasi, angka odds dapat dikalikan satu sama lain.
Misalnya terdapat tiga angka:
- Odds pertama = 1.50
- Odds kedua = 2.00
- Odds ketiga = 1.80
Maka:
1.50 ร 2.00 ร 1.80 = 5.40
Secara matematis, kombinasi tersebut menghasilkan angka 5.40.
Jika digunakan untuk contoh perhitungan dengan stake Rp100.000:
Rp100.000 ร 5.40 = Rp540.000
Namun, contoh ini hanya digunakan untuk menjelaskan operasi matematika pada decimal odds. Bukan rekomendasi untuk menggabungkan pilihan tertentu atau jaminan bahwa hasil akhirnya akan menguntungkan.
Ketika menghitung beberapa odds sekaligus, kesalahan perkalian dapat membuat hasil akhir berubah cukup jauh. Karena itu, sebaiknya hitung satu per satu dan periksa kembali hasilnya.
Cara Menghitung Implied Probability dari Odds
Selain return dan profit, odds juga dapat digunakan untuk memperoleh implied probability, yaitu probabilitas tersirat yang berasal dari angka odds.
Untuk decimal odds, rumus sederhananya:
Implied Probability = (1 รท Decimal Odds) ร 100%
Contohnya, decimal odds 2.00:
(1 รท 2.00) ร 100% = 50%
Jadi implied probability-nya adalah 50%.
Untuk odds 1.50:
(1 รท 1.50) ร 100% โ 66,67%
Sedangkan odds 4.00:
(1 รท 4.00) ร 100% = 25%
| Decimal Odds | Implied Probability |
| 1.50 | 66,67% |
| 2.00 | 50% |
| 2.50 | 40% |
| 3.00 | 33,33% |
| 4.00 | 25% |
Perlu dipahami bahwa implied probability bukanlah jaminan bahwa hasil tersebut akan terjadi. Angka tersebut merupakan hasil konversi matematis dari odds.
Selain itu, dalam praktik sportsbook, margin atau faktor lain dapat membuat interpretasi probabilitas tidak sesederhana tabel dasar tersebut.
Contoh Perhitungan Odds dalam Taruhan Olahraga
Supaya lebih mudah dipahami, kita gunakan satu contoh lengkap.
Misalnya:
Stake: Rp100.000
Decimal Odds: 2.20
Langkah pertama adalah menghitung total return:
Rp100.000 ร 2.20 = Rp220.000
Jadi total return secara matematis adalah Rp220.000.
Selanjutnya hitung profit:
Rp220.000 โ Rp100.000 = Rp120.000
Hasilnya:
| Komponen | Nilai |
| Stake | Rp100.000 |
| Odds | 2.20 |
| Total Return | Rp220.000 |
| Profit | Rp120.000 |
Sekarang jika odds berubah menjadi 1.50 dengan stake yang sama:
Rp100.000 ร 1.50 = Rp150.000
Sedangkan jika odds menjadi 3.00:
Rp100.000 ร 3.00 = Rp300.000
Dari contoh tersebut kamu bisa melihat bagaimana perubahan odds memengaruhi hasil perhitungan matematis.
Yang perlu digarisbawahi, angka tersebut hanya menunjukkan perhitungan berdasarkan odds dan stake. Angka tersebut tidak dapat digunakan sebagai jaminan bahwa suatu hasil pertandingan akan terjadi.
Perbedaan Menghitung Odds, Return, dan Profit
Ketiga istilah ini sering tertukar, padahal fungsinya berbeda.
| Istilah | Pengertian |
| Odds | Angka yang digunakan sebagai dasar perhitungan |
| Stake | Nominal yang digunakan |
| Return | Total hasil pengembalian secara matematis |
| Profit | Selisih antara return dan stake |
Misalnya:
Stake = Rp100.000
Odds = 2.00
Maka:
Return = Rp100.000 ร 2.00 = Rp200.000
Kemudian:
Profit = Rp200.000 โ Rp100.000 = Rp100.000
Jadi jangan menyebut Rp200.000 sebagai profit. Angka tersebut adalah total return, sementara profit secara matematis adalah Rp100.000.
Kalau kamu ingin memahami istilah lain yang sering muncul bersama odds, seperti market, selection, stake, dan settlement, kamu bisa melanjutkan ke artikel Istilah Sportsbook yang Wajib Dipahami Pemain Pemula.
Kesalahan Umum Saat Menghitung Odds
Walaupun rumus dasarnya cukup sederhana, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula.
Menganggap Odds sebagai Profit
Odds bukan angka profit langsung.
Pada decimal odds 2.00, misalnya, angka tersebut digunakan untuk menghitung total return. Profit baru diketahui setelah stake awal dikurangi.
Lupa Mengurangi Stake
Kesalahan berikutnya adalah menganggap total return sebagai profit.
Selalu gunakan:
Profit = Total Return โ Stake
Salah Mengenali Format Odds
Jangan menggunakan rumus decimal untuk fractional atau American odds.
Sebelum menghitung, pastikan kamu mengetahui format odds yang digunakan.
Salah Mengalikan Kombinasi Odds
Jika terdapat beberapa decimal odds, kesalahan kecil dalam perkalian dapat menghasilkan angka akhir yang salah.
Sebaiknya tulis seluruh angka terlebih dahulu dan hitung secara bertahap.
Menganggap Hasil Perhitungan sebagai Jaminan
Ini merupakan kesalahan yang paling penting untuk dihindari.
Rumus odds hanya menghasilkan perhitungan matematis. Rumus tersebut tidak dapat menjamin hasil pertandingan atau keuntungan.
Tips Menghitung Odds untuk Pemula
Kalau baru belajar, kamu bisa mengikuti beberapa langkah sederhana agar tidak mudah keliru.
1. Mulai dari decimal odds.
Format ini relatif mudah dipahami karena menggunakan angka desimal dan perkalian sederhana.
2. Catat stake terlebih dahulu.
Dengan begitu kamu tidak lupa nominal yang digunakan dalam rumus.
3. Tentukan format odds.
Pastikan apakah angka yang kamu lihat merupakan decimal, fractional, atau American odds.
4. Hitung total return terlebih dahulu.
Setelah mendapatkan return, baru hitung profit.
5. Periksa kembali perhitungan.
Khususnya jika terdapat beberapa angka odds yang perlu dikalikan.
6. Jangan menyamakan angka odds dengan kepastian.
Perhitungan hanya menunjukkan nilai matematis berdasarkan angka yang tersedia.
7. Pahami risikonya.
Jika terlibat dalam aktivitas taruhan, pastikan aktivitas tersebut legal di wilayah kamu, patuhi aturan yang berlaku, gunakan batas dana yang tidak mengganggu kebutuhan penting, dan jangan mengejar kerugian.
FAQ Cara Menghitung Odds Sportsbook
Bagaimana cara menghitung odds?
Cara menghitung odds bergantung pada formatnya. Untuk decimal odds, total return dihitung dengan rumus Stake ร Odds, sedangkan profit dihitung dengan mengurangi stake dari total return.
Apa rumus menghitung total return?
Untuk decimal odds:
Total Return = Stake ร Decimal Odds
Contohnya stake Rp100.000 dengan odds 2.00 menghasilkan total return matematis Rp200.000.
Bagaimana cara menghitung profit dari odds?
Gunakan rumus:
Profit = (Stake ร Odds) โ Stake
Dengan stake Rp100.000 dan odds 2.00, profit secara matematis adalah Rp100.000.
Bagaimana cara menghitung odds 2.00?
Jika menggunakan decimal odds, kalikan stake dengan 2.00. Contohnya Rp100.000 ร 2.00 menghasilkan total return Rp200.000.
Bagaimana cara menghitung odds 1.50?
Kalikan stake dengan 1.50. Jika stake Rp100.000, total return matematisnya adalah Rp150.000.
Kesimpulan Cara Menghitung Odds Sportsbook
Cara menghitung odds dalam taruhan olahraga pada dasarnya bergantung pada format odds yang digunakan. Decimal odds menjadi format yang paling sederhana untuk dipelajari karena total return dapat dihitung dengan mengalikan stake dengan angka odds.
Untuk decimal odds, rumus utamanya adalah:
Total Return = Stake ร Odds
Sedangkan profit:
Profit = Total Return โ Stake
Sementara itu, fractional dan American odds memiliki sistem perhitungan yang berbeda sehingga kamu perlu memastikan formatnya terlebih dahulu sebelum menggunakan rumus.
Memahami perhitungan odds juga berarti memahami perbedaan antara odds, stake, return, dan profit. Jangan sampai angka total return dianggap sebagai profit atau menganggap odds tinggi sebagai jaminan hasil seperti penjelasan dari okvips.co.

Tinggalkan Balasan