Badminton

Apa Itu Deuce dalam Badminton? Aturan dan Contohnya

Deuce dalam Badminton

Pernah menonton pertandingan badminton yang awalnya terlihat hampir selesai, tetapi justru berlangsung semakin menegangkan ketika skor mencapai 20-20? Pada kondisi tersebut, satu poin belum tentu cukup untuk mengakhiri gim. Kedua pemain atau pasangan masih harus berjuang mendapatkan selisih angka yang ditentukan oleh aturan.

Situasi ini dikenal dengan istilah deuce dalam badminton. Momen tersebut sering membuat pertandingan berlangsung lebih panjang karena kedua pihak harus saling mengejar keunggulan. Bahkan, skor bisa melewati angka 21 sebelum salah satu pihak benar-benar dinyatakan menang.

Supaya tidak bingung ketika melihat papan skor, kamu perlu memahami kapan deuce terjadi, bagaimana cara menentukan pemenangnya, dan sampai berapa jauh permainan dapat berlanjut.

Apa Itu Deuce dalam Badminton?

Deuce dalam badminton adalah kondisi ketika skor kedua pemain atau pasangan mencapai angka yang sama pada batas akhir gim, yaitu 20-20 dalam sistem skor 21 poin. Ketika situasi ini terjadi, pertandingan tidak langsung berakhir meskipun kedua pihak sudah mencapai angka 20.

Salah satu pihak harus memperoleh keunggulan dua poin untuk memenangkan gim. Artinya, skor 21-20 belum cukup untuk menentukan pemenang karena selisihnya hanya satu angka.

Sebagai contoh, jika skor menunjukkan 20-20, kemudian pemain A memenangkan reli berikutnya, kedudukan berubah menjadi 21-20. Pemain A memang unggul, tetapi permainan masih berlanjut. Apabila pemain B berhasil memenangkan reli selanjutnya, skor kembali imbang menjadi 21-21.

Pertandingan baru selesai ketika salah satu pihak berhasil unggul dua poin, seperti 22-20 atau 23-21. Namun, ada batas maksimal yang perlu diperhatikan agar satu gim tidak berlangsung tanpa akhir.

Bagaimana Aturan Deuce dalam Badminton?

Deuce dalam Badminton

Dalam sistem skor 3 x 21 yang berlaku sebelum perubahan aturan pada 2027, setiap gim dimainkan hingga salah satu pihak mencapai 21 poin. Akan tetapi, aturan tersebut memiliki ketentuan khusus ketika skor menyentuh 20-20.

Ada dua hal penting yang menentukan jalannya deuce.

1. Pemain Harus Unggul Dua Poin

Ketika skor mencapai 20-20, pemain atau pasangan tidak bisa langsung memenangkan gim hanya dengan memperoleh satu poin tambahan. Mereka harus menciptakan selisih minimal dua angka dari lawannya.

Misalnya, pemain A memenangkan dua reli berturut-turut setelah skor imbang 20-20. Kedudukan berubah menjadi 22-20 dan gim langsung berakhir dengan kemenangan pemain A.

Sebaliknya, jika kedua pihak bergantian memenangkan reli, skor bisa terus meningkat:

  • 20-20: permainan memasuki deuce.
  • 21-20: pemain A unggul satu poin, tetapi belum menang.
  • 21-21: pemain B menyamakan kedudukan.
  • 22-21: pemain A kembali unggul.
  • 22-22: pemain B kembali menyamakan skor.
  • 23-21: pemain A akhirnya unggul dua poin dan memenangkan gim.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa keunggulan sementara belum tentu menentukan hasil akhir. Pemain harus menjaga konsistensi permainan sampai selisih dua poin benar-benar tercapai.

2. Skor Maksimal Berhenti di Angka 30

Meskipun aturan deuce mengharuskan keunggulan dua poin, pertandingan tidak bisa berlangsung tanpa batas. Dalam sistem 21 poin, terdapat batas maksimal pada skor 30.

Jika kedudukan mencapai 29-29, pihak yang berhasil memenangkan reli berikutnya langsung mendapatkan poin ke-30 dan memenangkan gim. Tidak perlu menunggu selisih dua angka lagi.

Dengan demikian, skor tertinggi yang mungkin muncul dalam satu gim adalah 30-29.

Ketentuan ini penting karena membuat pertandingan tetap memiliki batas akhir. Tanpa aturan tersebut, pemain bisa terus bergantian memperoleh poin ketika skor selalu kembali imbang.

Baca Juga: Odds Badminton: Panduan Membaca Odds untuk Pemula

Contoh Situasi Deuce dalam Pertandingan Badminton

Agar lebih mudah memahami penerapannya, bayangkan sebuah pertandingan tunggal antara pemain A dan pemain B. Keduanya bermain cukup seimbang hingga skor mencapai 20-20.

Pada kondisi tersebut, pertandingan memasuki fase yang lebih menentukan. Pemain yang mampu mengendalikan reli dan menghindari kesalahan akan memiliki peluang untuk menciptakan keunggulan.

Berikut beberapa kemungkinan hasilnya:

SkorSituasiHasil
20-20Kedudukan imbangDeuce dimulai
21-20Pemain A unggul satu poinPertandingan berlanjut
22-20Pemain A unggul dua poinPemain A menang
21-21Kedudukan kembali imbangPertandingan berlanjut
29-29Kedua pihak hampir mencapai batas maksimalPoin berikutnya menentukan
30-29Pemain A mendapatkan poin ke-30Pemain A menang

Contoh lain terjadi ketika skor sudah mencapai 29-29. Pada tahap ini, tekanan pertandingan biasanya semakin terasa karena satu reli dapat langsung mengakhiri gim.

Jika pemain B memenangkan reli berikutnya, skor menjadi 29-30 dan pemain B keluar sebagai pemenang. Tidak ada kesempatan untuk menyamakan kedudukan menjadi 30-30 dalam sistem tersebut.

FAQ Seputar Deuce dalam Badminton

1. Deuce dalam badminton dimulai pada skor berapa?

Dalam sistem 21 poin, deuce dimulai ketika kedua pihak mencapai skor 20-20. Pemain harus unggul dua poin untuk memenangkan gim.

2. Apakah skor 21-20 sudah cukup untuk memenangkan pertandingan?

Belum. Jika skor sebelumnya 20-20, keunggulan satu poin belum memenuhi syarat kemenangan. Permainan harus berlanjut sampai salah satu pihak unggul dua poin atau mencapai batas maksimal.

3. Berapa skor tertinggi dalam satu gim badminton?

Dalam sistem 21 poin, skor tertinggi adalah 30-29. Ketika kedudukan mencapai 29-29, pihak yang mendapatkan poin berikutnya langsung memenangkan gim.

4. Apakah aturan deuce berlaku untuk badminton ganda?

Ya. Aturan deuce berlaku untuk pertandingan tunggal dan ganda. Jumlah pemain tidak memengaruhi ketentuan skor maupun syarat kemenangan.

5. Apakah aturan deuce badminton berubah pada 2027?

Ya. Mulai 4 Januari 2027, sistem standar BWF menggunakan 3 x 15 poin. Deuce dimulai pada skor 14-14, sedangkan ketika mencapai 20-20, poin berikutnya langsung menentukan pemenang gim.

Memahami Deuce dalam Badminton

Deuce dalam badminton merupakan situasi ketika kedua pemain atau pasangan mencapai skor imbang pada batas akhir gim. Dalam sistem 21 poin, kondisi ini dimulai saat kedudukan 20-20 dan mengharuskan salah satu pihak unggul dua angka untuk menang.

Namun, permainan memiliki batas maksimal. Ketika skor mencapai 29-29, pihak yang memperoleh poin ke-30 langsung memenangkan gim. Aturan ini berlaku untuk pertandingan tunggal maupun ganda seperti penjelasan dari okvips.co.