Kalau kamu baru mulai mengenal istilah odds, melihat angka 1.50, 1.91, 2.50 mungkin terasa cukup mudah. Namun, ketika formatnya berubah menjadi -200, -110, atau +150, ceritanya bisa jadi sedikit berbeda.
Kedua bentuk tersebut sebenarnya bisa merepresentasikan harga atau probabilitas yang sama, hanya cara penyajiannya yang berbeda antara Decimal Odds dan American Odds. Decimal Odds menggunakan angka desimal untuk menunjukkan total return, sedangkan American Odds menggunakan angka positif atau negatif dengan acuan 100.
Jadi, Decimal Odds dan American Odds bukan berarti salah satu memiliki hasil yang berbeda. Yang berbeda adalah cara angka tersebut ditampilkan dan dihitung.
Lalu, mana yang lebih mudah dipahami? Bagaimana cara mengubah Decimal Odds menjadi American Odds? Dan apa sebenarnya arti tanda plus serta minus pada American Odds? Mari bahas satu per satu.
Table of Contents
Apa Itu Decimal Odds?

Decimal Odds merupakan format odds yang ditulis menggunakan angka desimal, misalnya 1.50, 1.91, 2.00, 2.50, atau 3.00.
Format ini relatif sederhana karena angka tersebut menunjukkan total return per satu unit nilai yang digunakan, termasuk nilai awalnya. Dengan kata lain, perhitungan total return dapat dilakukan dengan mengalikan nilai awal dengan angka Decimal Odds.
Cara Membaca Decimal Odds
Misalnya terdapat Decimal Odds 2.50.
Jika digunakan sebagai contoh matematika dengan nilai Rp10.000, perhitungannya:
Rp10.000 ร 2,50 = Rp25.000
Angka Rp25.000 tersebut merupakan total return, bukan keuntungan bersih. Nilai awal Rp10.000 termasuk di dalamnya, sehingga selisihnya adalah Rp15.000.
Rumus sederhananya:
Total Return = Nilai Awal ร Decimal Odds
Sedangkan:
Profit = Total Return โ Nilai Awal
Perlu dibedakan antara return dan profit, karena dua istilah ini sering tertukar ketika orang baru mempelajari odds.
Contoh Decimal Odds 1.50, 2.00, dan 2.50
| Decimal Odds | Nilai Contoh | Total Return | Profit |
| 1.50 | Rp10.000 | Rp15.000 | Rp5.000 |
| 2.00 | Rp10.000 | Rp20.000 | Rp10.000 |
| 2.50 | Rp10.000 | Rp25.000 | Rp15.000 |
Tabel tersebut hanya menjelaskan matematika format Decimal Odds. Angka odds sendiri tidak menjamin hasil suatu pertandingan.
Apa Itu American Odds?

American Odds merupakan format odds yang menggunakan angka positif (+) atau negatif (-).
Berbeda dengan Decimal Odds yang relatif konsisten bentuknya, American Odds memiliki dua cara membaca tergantung tandanya.
Contohnya:
- +150
- +200
- -110
- -150
- -200
Angka positif dan negatif tersebut bukan sekadar tanda matematika biasa. Keduanya menunjukkan cara yang berbeda dalam menyatakan profit atau nilai yang diperlukan untuk memperoleh profit tertentu.
Apa Arti American Odds Positif?
American Odds positif menunjukkan berapa besar profit untuk nilai acuan 100.
Contohnya +150 berarti setiap 100 unit nilai acuan menghasilkan 150 unit profit jika hasilnya sesuai dengan pasar.
Jika menggunakan contoh Rp10.000 sebagai nilai awal, secara proporsional profitnya adalah Rp15.000, sehingga total return menjadi Rp25.000.
Inilah alasan:
+150 = 2.50 Decimal
Apa Arti American Odds Negatif?
American Odds negatif bekerja dengan cara yang berbeda.
Contohnya -200 berarti dibutuhkan 200 unit nilai acuan untuk menghasilkan 100 unit profit.
Secara matematis, format tersebut setara dengan Decimal Odds 1.50.
Jadi, tanda minus tidak berarti โhasilnya negatifโ. Tanda tersebut merupakan bagian dari cara American Odds menunjukkan harga atau profit.
Contoh American Odds +150 dan -150
Berikut gambaran sederhananya:
| American Odds | Makna Dasar |
| +150 | Profit 150 untuk setiap 100 nilai acuan |
| +200 | Profit 200 untuk setiap 100 nilai acuan |
| -150 | Memerlukan 150 untuk memperoleh 100 profit |
| -200 | Memerlukan 200 untuk memperoleh 100 profit |
Karena cara bacanya berbeda, American Odds memang membutuhkan sedikit waktu untuk dibiasakan, terutama bagi orang yang sebelumnya hanya mengenal format Decimal.
Decimal Odds vs American Odds, Apa Bedanya?

Nah, sekarang masuk ke bagian utama.
Secara konsep, Decimal Odds dan American Odds dapat merepresentasikan harga yang sama. Perbedaannya terletak pada bagaimana informasi tersebut ditampilkan.
Misalnya:
Decimal 2.50 = American +150
Keduanya bukan dua harga yang berbeda. Itu adalah dua cara berbeda untuk menampilkan angka yang sama.
Perbedaan Format Angka
Decimal Odds menggunakan angka seperti:
1.50, 1.91, 2.00, 2.50
Sementara American Odds menggunakan:
-200, -110, +100, +150
Decimal lebih terlihat seperti angka biasa, sedangkan American langsung memberi petunjuk melalui tanda + atau –.
Perbedaan Cara Membaca
Decimal Odds dapat dibaca dengan konsep:
โBerapa total return untuk setiap satu unit nilai awal?โ
American Odds menggunakan acuan 100:
โBerapa profit dari 100?โ untuk angka positif.
atau:
โBerapa nilai yang diperlukan untuk memperoleh profit 100?โ untuk angka negatif.
Inilah perbedaan konsep yang paling penting untuk dipahami.
Perbedaan Cara Menghitung Return
Decimal Odds menggunakan rumus yang cukup sederhana:
Total Return = Nilai Awal ร Decimal Odds
American Odds membutuhkan rumus berbeda tergantung apakah angkanya positif atau negatif.
Untuk angka positif:
Profit = Nilai Awal ร American Odds รท 100
Untuk angka negatif:
Profit = Nilai Awal ร 100 รท |American Odds|
Setelah memperoleh profit, total return dapat dihitung dengan:
Total Return = Nilai Awal + Profit
Rumus tersebut menjelaskan struktur matematikanya, bukan memberikan jaminan hasil.
Perbedaan Cara Menampilkan Profit
Inilah bagian yang sering membuat pemula bingung.
Decimal Odds 2.50 menunjukkan total return sebesar 2,5 kali nilai awal.
American Odds +150 menunjukkan profit sebesar 150 untuk setiap 100 nilai acuan.
Jadi, keduanya menggunakan sudut pandang yang berbeda untuk menyampaikan informasi yang sama.
Baca Juga: Apa Itu American Odds? Pengertian dan Cara Membacanya
Tabel Perbandingan Decimal Odds dan American Odds
Supaya lebih mudah melihat perbedaannya, berikut tabel sederhananya:
| Decimal Odds | American Odds | Implied Probability* |
| 1.50 | -200 | 66,7% |
| 1.67 | -150 | 60,0% |
| 1.91 | -110 | 52,4% |
| 2.00 | +100 | 50,0% |
| 2.50 | +150 | 40,0% |
| 3.00 | +200 | 33,3% |
| 4.00 | +300 | 25,0% |
*Implied probability di atas merupakan probabilitas implisit dari angka odds, bukan jaminan probabilitas aktual suatu hasil. Rumus Decimal adalah 1 รท odds, sedangkan American Odds menggunakan rumus berbeda untuk angka positif dan negatif.
Dari tabel tersebut terlihat bahwa Decimal 2.00 dan American +100 berada pada titik yang sama. Begitu juga Decimal 1.50 dan American -200.
Cara Mengubah Decimal Odds ke American Odds
Kalau kamu menemukan Decimal Odds dan ingin mengetahui bentuk American-nya, rumusnya cukup sederhana.
Namun, ada dua rumus karena hasilnya bisa berupa American positif atau negatif.
Decimal Odds 2.00 atau Lebih
Jika Decimal Odds 2.00 atau lebih, gunakan:
American Odds = (Decimal Odds โ 1) ร 100
Contoh:
Decimal 2.50
= (2.50 โ 1) ร 100
= 1.50 ร 100
= +150
Jadi:
2.50 Decimal = +150 American
Contoh lain:
Decimal 3.00
= (3.00 โ 1) ร 100
= +200
Decimal Odds di Bawah 2.00
Jika Decimal Odds berada di bawah 2.00:
American Odds = -100 รท (Decimal Odds โ 1)
Contohnya:
Decimal 1.50
= -100 รท (1.50 โ 1)
= -100 รท 0.50
= -200
Jadi:
1.50 Decimal = -200 American
Contoh lain:
Decimal 1.91
= -100 รท (1.91 โ 1)
= -100 รท 0.91
โ -109,89
Jika dibulatkan ke format umum:
1.91 Decimal โ -110 American
Perbedaan kecil tersebut terjadi karena angka Decimal 1.91 merupakan pembulatan dari nilai yang lebih presisi.
Cara Mengubah American Odds ke Decimal Odds
Konversinya juga dapat dilakukan dari arah sebaliknya.
American Odds Positif ke Decimal
Untuk angka positif:
Decimal Odds = (American Odds รท 100) + 1
Contoh:
+150
= (150 รท 100) + 1
= 1.50 + 1
= 2.50
Jadi:
+150 American = 2.50 Decimal
Contoh lainnya:
+200
= (200 รท 100) + 1
= 3.00
American Odds Negatif ke Decimal
Untuk angka negatif, gunakan nilai absolutnya:
Decimal Odds = (100 รท |American Odds|) + 1
Contoh:
-200
= (100 รท 200) + 1
= 0.50 + 1
= 1.50
Jadi:
-200 American = 1.50 Decimal
Contoh lainnya:
-150
= (100 รท 150) + 1
โ 1.67
Dengan memahami dua rumus tersebut, kamu sebenarnya sudah bisa menerjemahkan sebagian besar format American Odds ke Decimal Odds.
Decimal Odds vs American Odds dalam Implied Probability
Selain memahami return dan profit, ada satu istilah yang sering muncul ketika membahas odds, yaitu implied probability.
Implied probability merupakan probabilitas yang tersirat dari sebuah harga odds. Ini bukan berarti peluang sebenarnya pasti sama dengan angka tersebut, terutama karena pasar dapat mengandung margin.
Menghitung Probabilitas dari Decimal Odds
Rumusnya sederhana:
Implied Probability = 1 รท Decimal Odds
Misalnya:
Decimal Odds = 2.50
Maka:
1 รท 2.50 = 0,40
atau:
40%
Menghitung Probabilitas dari American Odds
Untuk American Odds positif:
Probability = 100 รท (American Odds + 100)
Contoh:
+150
= 100 รท (150 + 100)
= 100 รท 250
= 40%
Hasilnya sama dengan Decimal Odds 2.50.
Untuk American Odds negatif:
Probability = |American Odds| รท (|American Odds| + 100)
Contoh:
-200
= 200 รท (200 + 100)
= 200 รท 300
โ 66,7%
Angka tersebut juga sesuai dengan Decimal Odds 1.50.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Format
Tidak ada format yang secara otomatis menghasilkan hasil lebih baik hanya karena tampilannya berbeda. Perbedaan utamanya adalah kemudahan membaca dan kebiasaan pengguna.
Kelebihan Decimal Odds
Decimal Odds memiliki beberapa kelebihan:
- Rumusnya relatif sederhana.
- Mudah menghitung total return.
- Mudah membandingkan angka.
- Satu format dapat digunakan untuk hasil favorit maupun underdog.
- Lebih mudah dipahami ketika baru belajar matematika odds.
Misalnya, melihat angka 2.50 langsung dapat digunakan untuk menghitung total return dengan mengalikannya pada nilai awal.
Kekurangan Decimal Odds
Bagi orang yang terbiasa dengan format Amerika, Decimal Odds bisa terasa kurang familiar.
Selain itu, angka seperti 1.91 tidak secara langsung menunjukkan berapa nilai yang diperlukan untuk mendapatkan profit 100 seperti pada American Odds.
Kelebihan American Odds
American Odds memiliki sistem yang cukup informatif setelah terbiasa membacanya.
Tanda positif dan negatif memberikan gambaran mengenai struktur harga:
- Positif: profit berdasarkan nilai acuan 100.
- Negatif: nilai yang diperlukan untuk memperoleh profit 100.
Karena itu, format ini sangat umum digunakan di pasar Amerika Serikat.
Kekurangan American Odds
Kelemahan utamanya bagi pemula adalah adanya dua rumus berbeda.
Angka +150 dan -150 tidak dapat dibaca dengan cara yang sama. Padahal keduanya menggunakan angka yang terlihat hampir identik.
Inilah alasan American Odds biasanya membutuhkan sedikit waktu untuk dipahami sebelum terasa natural.
Mana yang Lebih Mudah Dipahami Pemula?
Jika hanya dilihat dari sisi matematika, Decimal Odds cenderung lebih sederhana.
Kamu cukup memahami satu konsep:
Nilai Awal ร Decimal Odds = Total Return
American Odds membutuhkan pemahaman tambahan mengenai angka positif dan negatif.
Namun, โlebih mudahโ bukan berarti satu format lebih baik daripada format lainnya. Jika kamu terbiasa dengan sportsbook atau sumber olahraga dari Amerika Serikat, American Odds mungkin justru terasa lebih familiar.
Jadi, pilihan format lebih banyak berkaitan dengan kebiasaan dan lokasi pasar, bukan kualitas odds itu sendiri.
Baca Juga: Apa Itu Decimal Odds? Begini Cara Membacanya
Kesalahan Umum Saat Membaca Decimal dan American Odds
Memahami perbedaannya memang terlihat sederhana, tetapi ada beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi.
Mengira Angka American Odds Selalu Positif
American Odds bisa memiliki tanda + maupun –. Keduanya memiliki cara membaca yang berbeda.
Jadi, jangan membaca +150 dengan cara yang sama seperti -150.
Menganggap Return Sama dengan Profit
Decimal Odds menunjukkan total return, bukan profit bersih.
Jika Decimal Odds 2.50 dan nilai awal Rp10.000, total return adalah Rp25.000, sedangkan profitnya Rp15.000.
Perbedaan kecil ini penting agar perhitungan tidak berantakan.
Salah Mengubah Odds Negatif
Saat mengonversi American Odds negatif, gunakan nilai absolutnya dalam rumus.
Contohnya:
-200 โ 100 รท 200 + 1 = 1.50
Bukan memasukkan angka negatif secara sembarangan ke dalam pembagian.
Menganggap Format Odds Memengaruhi Hasil
Mengubah 2.50 Decimal menjadi +150 American tidak mengubah hasil atau probabilitas dasar yang direpresentasikan. Kamu hanya mengubah cara angka tersebut ditampilkan.
Dengan kata lain:
2.50 โ +150
adalah dua representasi untuk harga yang sama, dengan catatan pembulatan dapat menyebabkan perbedaan kecil pada angka yang ditampilkan.
FAQ โ Decimal Odds dan American Odds
Apa Bedanya Decimal Odds dan American Odds?
Decimal Odds menggunakan angka desimal untuk menunjukkan total return per unit nilai awal. American Odds menggunakan angka positif atau negatif dengan acuan 100.
Mana yang Lebih Mudah untuk Pemula?
Decimal Odds biasanya lebih sederhana secara matematis karena total return dapat dihitung dengan mengalikan nilai awal dengan odds.
Apa Arti American Odds +150?
+150 berarti profit sebesar 150 untuk setiap 100 nilai acuan. Format ini setara dengan Decimal Odds 2.50.
Apa Arti American Odds -200?
-200 berarti diperlukan 200 unit nilai acuan untuk memperoleh 100 unit profit. Format ini setara dengan Decimal Odds 1.50.
Bagaimana Cara Mengubah Decimal Odds ke American Odds?
Jika Decimal Odds minimal 2.00, gunakan:
(Decimal โ 1) ร 100
Jika Decimal Odds kurang dari 2.00:
-100 รท (Decimal โ 1)
Apakah Decimal dan American Odds Bisa Memiliki Nilai yang Sama?
Tidak dalam bentuk angkanya, karena format keduanya memang berbeda. Namun, keduanya dapat merepresentasikan harga yang sama.
Contohnya:
Decimal 2.50 = American +150
dan:
Decimal 1.50 = American -200
Memahami Decimal Odds dan American Odds
Decimal Odds dan American Odds pada dasarnya menyampaikan informasi yang sama dengan cara berbeda. Decimal Odds menggunakan angka desimal untuk menunjukkan total return, sedangkan American Odds menggunakan angka positif atau negatif berdasarkan acuan 100.
Perbedaan paling penting terletak pada cara membacanya. Decimal Odds relatif langsung karena menggunakan satu rumus dasar, sementara American Odds memiliki dua cara perhitungan tergantung apakah angkanya positif atau negatif.
Kalau kamu baru belajar odds, memahami pasangan angka seperti 1.50 = -200, 1.91 โ -110, 2.00 = +100, dan 2.50 = +150 akan sangat membantu mengenali kedua format tersebut.
Yang perlu diingat, mengubah format Decimal ke American atau sebaliknya tidak mengubah hasil yang direpresentasikan. Hanya bentuk penyajiannya yang berubah.
Jadi, daripada menghafalkan banyak angka secara acak, lebih baik pahami konsep dasarnya: Decimal Odds berbicara tentang total return, sedangkan American Odds menggunakan acuan profit atau nilai 100. Dengan dasar tersebut, konversi keduanya akan jauh lebih mudah dipahami seperti penjelasan dari okvips.co.

Tinggalkan Balasan